Mamuju Masuk 6 Besar Daerah Pengembangan Iklim Usaha

0
39

SULBARTERKINI.ID, Mamuju – Mamuju menjadi salah satu dari 6 Daerah terpilih Proyek dukungan Nasional untuk pengembangan iklim usaha daerah atau Nasional Support For Local Investment Climate (NSLIC).

Hal ini merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia melalui Bappenas dengan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) yang bertujuan untuk peningkatan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat miskin.

Pada pelaksanaannya juga mendukung pengembangan 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) berupa pendampingan teknis melalui skema Dana Inovasi Responsif (Responsive Innovation Fund) disingkat RIF yang telah memasuki tahap ke tiga akhirnya telah dinyatakan “Kick off”.

Istimewanya, pada Rif tahap tiga kali ini juga menjadikan Kabupaten Mamuju sebagai salah satu dari enam Daerah terpilih.

Melalui Inovasi Posyandu Sapi, Kabupaten Mamuju akan mulai menjadi lokus pelatihan dan bimbingan pengembangan usaha peternakan Sapi di Kawasan Manakarra Berdaya.

Untuk saat ini telah dipilih empat titik utama pengembangannya di Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju, yakni di Desa Topore, Desa Bonda, Desa Toabo dan Desa Papalang.

Pemerintah Kabupaten Mamuju yang diwakili Kepala Bappepan Dr. Hj. Khatmah Ahmad, Kamis (4/620) telah melakukan pertemuan koordinasi Nasional dan Kabupaten “Kick off” antara Cowater Internasional dan enam Kabupaten terpilih yaitu Kabupaten Buleleng (Bali), Klungkung (Bali), Belitung (Bangka Belitung), Pandeglang (Jawa barat), Bengkayang (Kalimantan Barat), dan Mamuju (Sulawesi Barat) via daring dengan sejumlah stakeholders terkait, termasuk perwakilan Pemerintah Kanada.

Usai kegiatan tersebut, Sekretaris Bappepan Kabupaten Mamuju Hairunasrillah Farid Samad, menyampaikan cukup optimis atas inovasi Pemkab Mamuju berupa Posyandu Sapi, selain karena di dukung oleh sumberdaya alam yang sangat memadai.

Menurutnya, inovasi ini juga diyakini sangat cocok dengan segmentasi usaha peternakan di ibu kota Sulbar. Selain itu, pengembangan usaha berkelanjutan atas intervensi pengembangan peternakan sapi juga sangat potensial dakukan, seperti pengembanagn hasil olahan sapi.

Namun demikian, ia tetap berharap semua stakeholders dapat mengambil peran demi suksesnya program yang diyakini akan bermuara pada pengembangan ekonomi dan kesejahtraan masyarakat di Ibukota Sulawesi Barat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here