Di Debat Kandidat, Sutinah Terlihat Bingung Menjawab Pertanyaan Panelis

0
21

SULBARTERKINI.ID, Mamuju -Calon bupati Mamuju nomor urut satu, Sutinah Suhardi, nampak kebingungan dalam menjelaskan terkait cara pencegahan narkoba pada saat pelaksanaan debat publik putaran pertama Pilkada Mamuju disalah satu ballroom hotel di kota Mamuju. Sabtu, (31/10/2020).

Kejadian itu nampak jelas terlihat pada saat Rina Pahlevi selaku moderator acara mempertanyakan tentang cara penanganan kasus narkoba.

Dalam segmen tanya jawab tersebut moderator mempertanyakan soal bagaimana kasus narkoba yang saat ini ada di wilayah Mamuju, langkah apa yang dilakukan untuk meminimalisir peredaran narkoba.

Panelis memberikan pertanyaan pertama kepada paslon nomor urut satu, namun pada segmen penjelasan kedua Tina terlihat kebingungan dan terbata-bata.

Tina mengatakan, “Melakukan eeehh.. Apaaa.. Eehhhh… Penegakan hukum yang adil, jadi tidak ada yang butuh narkoba, bila ada yang kena narkoba tidak ada ampun untuk mereka,”kata Sutinah dalam debat Kandidat.

Pertanyaan itu kemudian ditambahkan Ado Mas’ud yang menjelaskan bahwa pencegahan narkoba bisa dilakukan dengan pendekatan secara agama, kemudian proses hukum tanpa pandang bulu, agar narkoba bisa zero di Kabupaten Mamuju.

Sementara paslon Habsi-Irwan menjelaskan bagaimana menanamkan sejak dini pencegahan narkoba melalui generasi muda dengan memberikan pendidikan tentang pencegahan narkoba.

“Disamping pendekatan agama mesti hadir serta peran orang tua, para ulama dan ustasdz memiliki peran penting ditengah masyarakat dan generasi muda untuk memberikan pencerahan melalui ceramah-ceramah tentang pencegahan narkoba,”jelas Habsi.

Irwan SP. Pababari juga ikut menambahkan, “Sulbar menempati urutan ke 18 dari 34 provinsi peredaran narkoba. Dibutuhkan peran semua stakholder untuk pencegahan tersebut agar peredaran narkoba bisa tekan,”jelasnya.

Menanggapi hasil tanya jawab dalam debat publik tersebut Mervie Parasan selaku tim kampanye Koalisi Kerakyatan Habsi-Irwan mengatakan bahwa, “Dari debat publik ini kita bisa lihat dari segi kualitas dan pengalaman masing-masing calon sudah bisa kita lihat. Sangat jauh beda, tinggal masyarakat yang menilai. Siapa yang lebih memahami materi dan keadaan di Mamuju saat ini dan siapa yang kurang memahaminya,”tuturnya.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here