FKMB Tolak RDT Warga Sebelum Pegawai Puskesmas Tinambung Diperiksa

0
217

SULBARTERKINI.ID, Polman – Pasca ditetapkannya Polman Zona merah Covid-19, masyarakat sontak dipanikkan oleh kondisi tersebut. Sebagian besar Desa melakukan pembatasan di jalan desa serta lorong-lorong di Polman.

Yang menjadi sorotan ialah pengakuan pasien positif Covid-19 yang diwakili oleh MZA, salah satu pasien asal Kandemeng yang juga terkonfirmasi positif Covid-19, bahwa sebelum mereka melakukan pemeriksaan dan dinyatakan Positif RDT. Mereka sering bersin dan memegang beberapa bagian bangunan gedung bahkan sarana dan prasarana Puskesmas Tinambung. Hal ini membuat kondisi masyarakat Tinambung kian khawatir.

Atas dasar itu pegawai Puskesmas (PKM) Tinambung ditengarai bisa saja sudah ada yang terpapar, namun tidak suspect karena tidak ada jaminan pada saat mereka membuka APD sementara penyebaran virus ini begitu cepat.

Melihat pengakuan salah satu pasienen tersebut, Ketua Tim Relawan FKMB Batulaya Suryananda, menolak jika akan dilakukan lagi RDT kepada masyarakat.

“Tolak tegas tindakan Tim gugus tugas jika melakukan lagi RDT dan SWAB Test terhadap warga khususnya warga desa batulaya, sebelum hasil RDT dan SWAB test seluruh pegawai PKM Tinambung dirilis secara resmi oleh Tim Gugus Tugas Kabupaten Polewali Mandar dan/atau Tim Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Barat,” tegasnya.

Surya menyebutkan, dirinya sepakat jika Tim gugus tugas Kabupaten segera melakukan RDT dan SWAB justru kepada seluruh pegawai Puskesmas Tinambung terlebih dahulu sebagai jaminan mereka aman dan bersih. Karena mereka yang sering melakukan kontak kepada masyarakat.

“Hal ini sebagai bentuk proteksi kepada masyarakat sebelum melakukan kontak dengan petugas medis yang ada di Puskesmas Tinambung, maka kami Sarankan pegawai PKM Tinambung harus melakukan RDT terlebih dahulu,” ujar Surya.

Surya mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya pemerintah agar semua jangan selalu menciptakan hal-hal yang membuat masyarakat luas resah dan panik. Yang terpenting adalah bersatu melawan serta memutus penyebaran virus dimulai dari diri sendiri, termasuk para pegawai kesehatan. Ikuti himbauan pemerintah dirumah saja, jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here