Komisi II DPRD Sulbar Respon Hasil Produksi Padi Sulbar yang Menurun

0
47

SULBARTERKINI.ID, Mamuju – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar, Hj. Amalia Fitri Aras mengapresiasi geliat dan hasil produksi pertanian tahun 2019 di dua Kabupaten di Sulbar, yakni Mamuju dan Mamuju Tengah (Mateng).

Dimana, dua Kabupaten tersebut mengalami kenaikan produksi padi tahun 2019 yang signifikan.

Hal itu disampaikan oleh Amalia Fitri Aras saat dihubungi SULBARTERKINI.ID, Sabtu (29/2/2020).

Menurutnya, dua Kabupaten di Sulbar ini terus menggenjot hasil produksi pertanian. Padahal, seperti diketahui, luas panen dan produksi padi secara umum di Provinsi Sulawesi Barat tahun 2019 justru mengalami penurunan.

“Itu sesuai data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Sulbar yang mengukur penurunan dari luas dan produksi padi secara umum di Sukbar pada tahun 2019. Sementara dua Kabulaten yakni Mamuju dan Mateng meningkat produksinya,” sebut Amalia Aras.

Khusus untuk 4 Kabupaten lainnya yang mengalami penurunan, kata Amalia perlu ada evaluasi dan keseriusan pemerintah provinsi Sulawesi Barat dan Pemkab yang bersangkutan.

“Sektor pertanian kita justru harus meningkat. Tapi data yang ada mmang justru ada penurunan khusus di beberapa kabupaten di luar Mamuju dan Mateng. Maka ini dibutuhkan keseriusan bersama,” tegasnya.

Berdasarkan data BPS Sulbar, memang luas padi diperkirakan sebesar 62,58 ribu hektare atau mengalami penurunan sebanyak 2,7 ribu hektare ke angka 4,17 persen dibandingkan tahun 2018.

Produksi padi di Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2019 diperkirakan sebesar 3,000,14 ribu ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 16,33 ton atau 5,16 persen dibandingkan tahun 2018.

Kenaikan produksi padi tahun 2019 terjadi di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah. Sementara itu penurunan produksi padi tahun 2019 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Pasangkayu dan Mamasa.

Dua kabupaten/kota dengan produksi padi (GKG) tertinggi pada tahun 2018 dan 2019 adalah Kabupaten Polewali Mandar dan Mamasa. Namun pada 2019 terjadi penurunan produksi pada dua kabupaten kota tersebut dibandingkan dengan produksi 2018.

Produksi beras padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi dengan penduduk, produksi padi pada 2018 setara dengan 180,82 ton beras. Sementara itu, produksi pada 2019 sebesar 171,94 ribu ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 9,33 ton atau 5,16 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2018.

Jika produksi padi pada tahun 2019 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras di Provinsi Sulawesi Barat pada 2019 sebesar 171,49 ribu ton atau mengalami penurunan sebanyak 9,33 ton atau 5,16 persen dibandingkan tahun 2018.

Berdasarkan hasil survei KSA pola panen padi di Provinsi Sulawesi Barat periode Januari sampai dengan Desember tahun 2019 relatif sama dengan pola tahun 2018. Puncak panen terjadi pada Bulan Maret.

Sementara luas panen terendah terjadi pada Bulan November. Total luas panen padi pada 2019 seluas 62,58 per hektar. Dengan luas panen tertinggi terjadi pada Maret, yaitu sebesar 17,69 ribu hektar dan luas panen terendah terjadi pada November yaitu sebesar 0,83 ribu hektar.

Jika dibandingkan dengan total luas panen padi pada 2018, luas panen terjadi pada 2019 mengalami penurunan sebesar 2,72 ribu hektar atau 4,7 persen.

Total produksi panen di Provinsi Sulawesi Barat pada 2019 sekitar 300,14 ton GKG atau mengalami penurunan sebanyak 16,33 ton atau 5,16 persen dibandingkan tahun 2018. Jika dibandingkan antara bulan, penurunan produksi terbesar pada 2019 dibandingkan tahun 2018 terjadi pada Bulan Agustus yaitu sekitar 22,61 ribu ton.

Produksi tertinggi pada 2019 terjadi Bulan Maret yaitu sebesar 98,64 ribu ton dan produktivitas rendah terjadi pada Bulan November yaitu sebesar 3,55 ribu ton. Hampir sama dengan produksi pada 2018, produksi padi tertinggi pada 2019 terjadi Bulan Maret yaitu sebesar 79,07 ribu ton. Sementara produksi terendah terjadi Bulan Desember yaitu sebesar 4,23 ribu ton.

Kenaikan produksi padi tahun 2019 terjadi di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah. Sementara itu penurunan produksi padi tahun 2016 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Pasangkayu, dan Mamasa.

Dua kabupaten/kota dengan produksi padi (GKG) tertinggi pada tahun 2018 dan 2019 adalah Kabupaten Polewali Mandar dan Mamasa. Namun pada 2019 terjadi penurunan produksi pada dua kabupaten kota tersebut dibandingkan dengan produksi 2018.

Produksi beras padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi dengan penduduk, produksi padi pada 2018 setara dengan 180, 82 ton beras. Sementara itu, produksi pada 2019 sebesar 171,94 ribu ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 9,33 ton atau 5,16 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2018. (Adv). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here