Pemprov Sulbar Fokus Benahi 3 Hal Strategis Pilar Pendidikan

0
29

SULBARTERKINI, Mamuju РPemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen membenahi tiga titik strategis dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Muhammad Idris, menyampaikan bidang pendidikan bisa maju apabila tiga hal utama dapat dibenahi dan diperbaiki, yakni standar kualitas akreditasi sekolah, guru dan para siswa.

“Standar kualitas akreditasi sekolah, guru dan para siswa yang perlu dilakukan pembenahan dan perbaikan ke arah yang lebih maju. Ketiga kualitas tersebut jika tidak diterapkan maka sampai kapan pun Sulbar tidak akan bisa maju di bidang pendidikan,” kata Muhammad Idris, Selasa 14 Januari 2020.

Upaya peningkatan mutu pendidikan, kata Idris, merupakan titik strategis dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Dia mengatakan, adanya kualitas kontrol yang terus melakukan evaluasi yang baik, sehingga terwujud pendidikan yang mumpuni dan mampu bersaing dengan berbagai daerahdaerah maju.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, lanjut dia, yang menjadi sebuah rangkuman dari seluruh pembahasan permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan di Sulbar, adalah terutama kebijakan-kebijakan baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Hal ini yang harus menemukan solusi, demi memperbaiki pola manajemen pendidikan yang dinilai masih jauh dari harapan. Kita belum bergerak maju untuk prestasi siswa kita yang sekarang dan di masa depan. Hal itu menurut saya bukan Iagi isu sederhana dan membuat kita tidak bisa bernafas dengan lega,” terang Muhammad ldris.

Terkait permasalahan guru tidak tetap (GTT) di Sulbar, mantan Deputi Bidang Diklat Aparatur LAN RI itu menegaskan hal tersebut harus menjadi sebuah perhatian lebih dari pemerintah daerah dengan perlu sesegera mungkin dilakukan uji kompetensi GTT di semua sekolah yang ada di Sulbar, sehingga nasib GTT mendapat kejelasan yang Iebih Iayak.

“GTT juga diharapkan bisa menjadi penolong bagi kemajuan pendidikan, tetapi dengan memenuhi kontribusi bagi dunia pendidikan di Sulbar. Jangan lagi ada sekolah jumlah GTT nya lebih banyak dari siswa dan guru PNS nya,” ujar Muhammad ldris.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sulbar, Arifuddin Toppo menyampaikan kualitas guru di daerah itu masih tergolong rendah, pendistribusian guru tidak merata, sarana dan prasarana sekolah belum berstandar pendidikan serta jangkauan untuk meraih pendidikan masih terbatas dan kualitas output masih dalam kategori menengah.

“Masih banyak yang harus dibenahi untuk memajukan dunia pendidikan di Sulbar. Tentunya, diharapkan ada sinkronisasi antarsatuan pendidikan lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar serta terlaksana tata kelola pembudayaan secara menyeluruh di setiap sekolah sehingga terwujud keinginan bersama dalam mewujudkan pendidikan yang maju dan Malaqbi sesuai dengan visi misi Gubernur Sulbar,” terang Arifuddin Toppo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here