Pemprov Sulbar Gelar Rapat Virtual Terkait Sholat Jum’at, Ini Hasilnya

0
297

SULBARTERKINI.ID, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar memberikan penjelasan terkait rencana kebijakan pelaksanaan shalat di Masjid pada rapat digelar secara virtual.

Melalui video conference, rencananya pembukaan masjid akan diberlakukan pada Jumat tanggal 29 Mei 2020. Namun, pada keputusannya untuk shalat Jumat minggu terakhir bulan Mei belum dapat dilakukan.

“Berdasarkan masukan dari peserta rapat malam ini, kami putuskan bahwa belum dapat melaksanakan shalat jum’at berjamaah pada minggu ini, dan kita tetap mengacu pada surat edaran yang lama untuk tetap shalat dhuhur dirumah saja, sebagai pengganti Shalat Jum’at. Masyarakat diharap tetap bersabar, mudah-mudahan dalam bulan Juni ini sesuai prediksi, kita sudahh bisa shalat jum’at berjamaah di Masjid,”kata Ali Baal Masdar. Rabu, (27/02/20).

Dalam rapat tersebut hadir Kajati Sulawesi Barat, Danrem 142 Tatag, Wakil Bupati Majene, Wakil Bupati Pasangkayu, Ketua MUI Sulawesi Barat, Kepala BPBD Provinsi, Kadis Kesehatan Sulbar, Kepala. Kemenag Sulbar, Kepala Biro Kesra, para Kepala Kemenag Kabupaten.

Wakil Bupati Majene, Lukman menyampaikan, mencermati perkembangan rapat , Ia mengemukakan bahwa Pemkab Majene lebih awal telah rapat terkait pelaksanaan Ibadah Shalat Jum’at untuk minggu ini.

“Pada intinya kami siap melaksanakan petunjuk dan perintah dari Pemerintah Sulbar apapun itu terkait pelaksanaan Shalat Jum’at di Masjid,” kata Lukman.

Kajati Sulbar, Darmawel Aswar berpandangan, bahwa saat ini Sulbar dalam pandemic Covid-19 trendnya sedang naik.

“Kita lihat trend nya ini akan menjadi pertimbangan juga. Bila kita perbolehkan shalat jum’at pada daerah tertentu, apa tidak akan ikut daerah lain juga untuk shalat jum’at juga. Pertimbangan kami bahwa saat ini trend Covid19 di Sulbar sedang naik, apa sudah siap segala fasilitas dan tenaga medis kita, bila tiba-tiba banyak yang terpapar,”jelasnya.

“Olehnya perlu perhatian dan kehati- hatian bila kita mulai membuka masjid untuk shalat jum’at. Saran saya sebaiknya shalat Jum’at nya di masjid dibuka di bulan Juni saja, bila trend nya sdh mulai melandai menurut prediksi dari salah seorang Profesor dari Unhas.”ucap orang nomor satu di Kejaksaan Tinggi Sulbar itu.

Kepala Kemenag Sulbar, Muflih B Fattah menyampaikan, menyikapi keinganan masyarakat muslim di Sulbar, berdasarkan penyampaian dari Menteri Agama RI, dimana sudah akan membuka beberapa masjid untuk dapat melaksnakan shalat jum’at.

“Selanjutnya kami akan serahkan kepada Pak Gubernur untuk dapat memutuskan tentang pelaksanaan Shalat Jum’at berjamaah di wilayah Provinsi Sulbar,” kata Muflih.

Dari MUI Sulbar menyampaikan pertimbangan, bahwa kondisi Covid-19 di Sulbar kenyataannnya belum menurun. Kesadaran dan disiplin masyarakat juga masih kurang terutama di tempat umum. Akan tetapi, dilain pihak umat Islam sangat merindukan untuk shalat Jum’at dan berjamaah.

“Bila memang sudah diyakini bahwa di tempat tersebut sudah aman covid -19 dengan tetap mengacu pd protokol kesehatan. Bila masih rawan, sebaiknya kita menunggu sampai bulan juni. Selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada bapak Gubernur terkait keputusan shalat jum’at berjamaah,”kata perwakilan MUI Sulbar.(adv/adriansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here