Selamat! Imelda Adhiyanty Terpilih jadi Ketua Fatayat NU Sulbar

0
52

SULBARTERKINI.ID, Mamuju — Pimpinan Pusat Fatayat NU menggelar Konfrensi Wilayah (Konferwil) Fatayat NU Sulawesi Barat, Minggu (13/6/21) di aula Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Barat.

Konferwil Fatayat NU Sulbar dengan tema “Sinergi Perempuan NU untuk Sulbar Malaqbiq” ini dihadiri pangsung oleh Sekretaris Jenderal PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maemunah bersama tim caretaker dari PP Fatayat NU, Ramlah Umar.

Selain itu hadir iuga Ketua Pimpinan Wilayah (PW) NU Sulawesi Barat, Dr. KH. Adnan Nota, Kepala BNNP Sulawesi Barat, Brigjen Pol Sumirat Dwiyanto, kader-kader Fatayat NU Sulbar dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, ketua PW NU Sulbar, Dr. KH Adnan Nota, menyampaikan bahwa dalam rumah besar Nahdlatul Ulama, Fatayat NU adalah motor penggerak dalam menghidupkan kelembagaan jam’iyah serta penguatan ideologyli Ahlusunnah Wal Jama’ah.

“Nahdliyyin di Indonesia sangatlah besar. Ideologi Ahlusunnah Wal Jamaah Annahdiyah adalah Ideologi yang telah menorehkan sejarah perjuangan berdirinya NKRI. Penguatan ideologi di era globalisasi dan pelaksnaaan kaderisasi serta menjaga persatuan perlu menjadi perhatian untuk Fatayat NU di Sulawesi Barat. Melakukan hal-hal kecil demi meningkatan kualitas untuk menuju kejayaan NU,” kata Adnan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Fatayat NU, Margaret dalam wawancaranya mengharapkan agar Fatayat NU Sulbar kedepan dapat menjadi mitra Pemerintah dalam mengurai persoalan dan permasalahn yang terjadi di Sulawesi Barat.

“Fatayat NU harus bisa membaca apa yng menjadi masalah besar dalam daerahnya. Lalu kemudian berpartisispasi dalam menyelesiakan eprsolaan tersebut. Untuk penguatan internal, kaderisasi juga harus tetap dijalankan. Fatayat NU yang sudah berusia 71 tahun harus bisa beradaptasi atas peningkatan teknologi serta menguasai isu-isu global dan local,” tegasnya.

Dalam Konferwil ini, secara aklamasi menetapkan Imelda Adhiyanty sebagai ketua PW Fatayat NU Sulawesi Barat periode 2021-2026.

Di akhir acara, Imelda yang kesehariannya adalah ASN Pemprov Sulawesi Barat menyebutkan bahwa Visi lima tahunnya adalah mewujudkan fatayat NU Sulbar yang kuat. Penguatan dan sinergitas baik internal dan eksternal menjadi jalan menuju harapan tersebut dan hanya dapat diraih dengan kebersamaan

“Fatayat NU yang kuat adalah kita yang bisa menjalin dan menjaga antarkoneksitas dan intern koneksitas. Ini semua dapat diraih dengan tetap melangkah bersama. Hari ini menjadi memonteum perubahan di fatayat NU Sulbar dan rahasia dari perubahan adalah bagaimana kita mengumpulkan energy bukan untuk mencela masa lalu tapi membangun masa depan,” katanya.

Selanjutnya kepada wartawan, Imelda menerangkan bahwa Tim Formatur akan bekerja selama 2 minggu untuk menyusun Struktur Kepengurusan. Kriteria pengurus akan mengikuti syarat dan ketentuan yang sudah diatur dalam AD/ART fatayat NU dan salah satunya adalah Pemudi yang berusia 20 sampai dengan 45 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here