Video Menghalakan Money Politik Dikritik Amran HB dan MUI

0
312

SULBARTERKINI.ID, Mamuju – Beredar video berdurasi 39 detik di Paltform Media Sosial grup Whats App dan Facebook di Kabupaten Mamuju terkait adanya Salah satu juru kampanye yang diduga menghalalkan “Money politik”.

Hal tersebut di kritik langsung oleh Politisi ternama Kabupaten Mamuju Dr.Amran HB.

Amran HB menganggap, orang yang suaranya ada dalam orasi politik untuk salah satu Calon Kepala Daerah Kabupaten Mamuju itu perlu di ajak ngopi biar rileks dan tidak ngawur.

“Dari narasi orang yang saya dengar di video itu sepertinya dia perlu diajak ngopi dulu” kata Amran bersama awak media, sabtu 14-11-2020 di salah satu Warung Kopi di pinggiran Kota Mamuju.

Video tersebut memang banyak menggelitik sejumlah politisi kondang di Kabupaten Mamuju termasuk Amran HB.

Dalam Video tersebut, seseorang yang diduga melakukan orasi Politik menyampaikan bila masyarakat diberi uang untuk memilih paslon dalam pilkada masyarakat boleh mengambil uangnya dan “Halal”.

“Narasinya dalam video mengindikasikan adanya kegagalan pendidikan politik yang dipahami orang tersebut sebagai politisi. Itu Suatu yang belebihan dan mungkin dia kebablasan,” Kata Amran.

“Money Politik dalam Kajian Agama dan Hukum itu adalah Suap Menyuap dan hal inilah yang kadang menjadi faktor hancurnya suatu peradaban dan itu sangat tidak berakhlak.” lanjutnya

Sebaiknya kata Amran, selaku Juru Kampanye seharusnya orang itu memberikan edukasi Positif kepada masyarakat Mamuju tentang bagaimana cara berpolitik yang sehat bukan dengan cara tidak beretika seperti itu.

Amran juga mengkritisi kutipan narasi di video tersebut yang membawa-bawa nama lembaga Majelis Ulama Indonesia MUI, padahal orasinya menghalalkan pemberian uang untuk kepentingan politik tertentu.

“Kalau ada masyarakat yang sampai percaya apa yang dihalalkan orang itu dalam video maka orang itu akan menanggung dosa jariyah. Tapi entah lah nanti kita liat bagaimana tanggapan MUI yang saya dengar juga di sebut.” ujar Amran dalam Pandangannya sebagai orang yang juga banyak mengerti kajian Agama.

“Bisa di kategorikan pembohongan publik jika orang itu didepan Rakyat benar menghalalkan uang suap dari Siapapun untuk memilih Paslon tertentu. Semua sudah jelas asas hukumnya dan jangan disamar-samarkan untuk meraih simpati, kasihan Masyarakat,” Amran HB Menambahkan.

Tempat berbeda saat dikonfirmasi, Ketua MUI Kabupaten Mamuju Ustad H.Namru Asdar mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, zuama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia.

“Jadi terkait hal diatas, apapun statement yang disampaikan, itu tidak mewakili MUI. Kalau memang ada anggota, baik kader ataupun pengurus MUI yang masuk menjadi tim sukses atau juru kampanye (Jurkam) Itu tidak masalah, selagi tidak membawa – bawa atribut maupun menyebut – nyebut nama ormas,” tegas Asdar melalui sambungan telephone, Sabtu (14/11)

“Secara etika MUI tidak membenarkan itu, ini untuk menjaga netralitas. MUI sifatnya ormas yang mengayomi semua, apalagi semua ormas islam tergabung disitu. Jadi kita dituntut untuk selalu berusaha menjaga senetral mungkin,” terangnya.

Namru Asdar berharap, kedepannya tidak ada lagi tim kampanye Paslon tertentu, yang dalam setiap kampanyenya membawa nama ormas MUI dalam menjaga netralitas ormas.

“Janganlah, cukuplah tidak usah dibawa – bawa nama organisasi, karena itu tidak mewakili organisasi secara penuh,” harapnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang bersedia mengkonfirmasi kebenaran orang yang berada dalam video tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here